Pengertian Fonetik   Leave a comment

Walaupun dalam prinsip bahasa dapat menggunakan berbagai mode disamping bunyi untuk menyampaikan arti, misalnya sinyal visual dalam kasus bahasa tanda, dalam bahasa manusia kebanyakan diucapkan. Bunyi digunakan untuk mengkomunikasikan arti. Karakter yang dibicarakan dalam bahasa manusia bukan suatu kebetulan. Beberapa teori telah mengklaim bahwa menggunakan alat vokal untuk berbahasa membebaskan tangan manusia untuk terlibat dalam aktivitas lain dan memiliki survival value dalam evolusi ras ini. Hal yang menarik adalah orang-orang di seluruh dunia mengadopsi bahasa ucap, tetapi bahasa tanda hanya digunakan di lingkungan tertentu. Bunyi ucapan lebih penting dalam bahasa manusia. Studi tentang bahasa ucapan disebut fonetik.

Untuk mengkomunikasikan arti dengan suara, seluruh rantai aktivitas dilibatkan. Pertama, arti dikodekan kedalam suara yang diproduksi oleh pembicara dengan menggunakan mulut, lidah, bibir, dan alat artikulatori lainnya. Mereka ditransmisikan melalui udara untuk mencapai pendengar dan dirasakan oleh pendengar melalui proses auditori, terakhir ditranslasikan kembali menjadi sebuah arti. Studi tentang bunyi ucapan melibatkan tiga aspek: bagaimana suara dihasilkan, bagaimana suara ditransmisikan dan bagaimana suara dirasakan. Studi tentang menghasilkan bunyi ucapan adalah articulatory phonetic; studi tentang transmisi dan properti fisik bunyi ucapan, contohnya intensitas, frekuensi dan durasi, adalah acoustic phonetic; studi menanggapi bunyi ucapan adalah auditory phonetic.

Studi articulatory phonetic memiliki sejarah paling panjang diantara tiga cabang phonetic, dikarenakan fakta bahwa relatif mudah untuk mengobservasi proses artikulatori. Di abad ke-19, articulatory phonetic sudah dikembangkan dengan baik. Dalam musik popular My Fair Lady, berdasarkan Bernard Shaw’s Pygmalion, professor eksentrik, Higgins, diperagakan setelah fonetisian terkemuka Henry Sweet. Tetapi acoustic phonetic baru dikembangkan beberapa decade setelah itu. Bedanya dengan articulatory phonetic, acoustic phonetic didasari oleh banyaknya penggunaan instrumen canggih sama seperti studi akustik di fisika. Instrumen yang paling penting, spectrograph, ditemukan di tahun 40an. Diantara tiga cabang fonetik, auditory phonetic adalah aspek yang paling mudah untuk dipahami, dikarenakan oleh jarak dalam pemahaman neurology dan persepsi.

Studi articulatory phonetic memiliki tiga subbagian. Pertama, kita belajar artikulasi, contohnya produksi bunyi ucapan. Kedua, kita mendeskripsikan bunyi dalam cara yang dipahami oleh linguist lain. Ketiga, kita mengklasifikasikan eksposisi konsep dan prosedur yang terlibat dan rangkaian latihan untuk mendapatkan pengalaman.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers

%d bloggers like this: