Bunyi-bunyi Distingtif dan Non-Distingtif   Leave a comment

Daftar bunyi-bunyi dalam sebuah bahasa tidak memberikan informasi kepada kita tentang pentingnya aspek struktur bunyi sebuah bahasa: nilai-nilai yang bunyi-bunyi ini miliki terhadap penutur aslinya. Di setiap bahasa, beberapa bunyi dianggap sebagai bunyi yang sama, walaupun mereka berbeda secara fonetik. Contohnya, penutur asli Bahasa Inggris menganggap l di lay berbunyi sama dengan play, walaupun yang pertama adalah voiced dan yang terakhir adalah voiceless. Jika Anda bertanya kepada penutur asli Bahasa Inggris tentang berapa banyak bunyi yang berbeda yang diwakili oleh huruf yang dicetak miring dalam kata pin, bin dan spin, dia mungkin akan mengatakan “dua”, menggabungkan [ph] aspirated dari ‘pin’ dan [p] dari ‘spin’ bersama-sama. Meskipun [ph]dan [p]secara fonetik berbunyi berbeda, penutur asli Bahasa Inggris mengabaikan perbedaan ini.

Penutur asli Bahasa Hindi tidak dapat mengabaikan perbedaan ini. Untuk penutur asli Bahasa Hindi, [ph] berbeda dengan [p] karena [ph] berasal dari [b] di telinga kita. Perbedaan antara aspirated dan unaspirated stops harus diingat oleh penutur asli Bahasa Hindi karena bahasa mereka memiliki banyak kata yang identik secara fonetik, kecuali satu kata tersebut memiliki sebuah aspirated stop dimana yang lain memiliki unaspirated stop:

[khʌl] ‘wicked person’
[kʌl] ‘yesterday’
[kapi] ‘copy’
[kaphl] ‘ample’
[phʌl] ‘fruit’
[pʌl] ‘moment’
[bʌl] ‘strength’

Penutur asli Bahasa Inggris dapat mengabaikan perbedaan antara aspirated dan unaspirated stops karena hembusannya tidak akan membuat perbedaan dalam arti kata. Jika kita mendengar seseorang berkata [tæp] dan [tæph] kita dapat mengenali mereka sebagai pengucapan yang berbeda dalam kata yang sama tap, bukan sebagai kata yang berbeda. Karena perbedaan cara dalam [p], [ph] dan [b] mengarah pada pembedaan makna dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Hindi, bunyi-bunyi tersebut memiliki nilai yang berbeda dalam sistem fonologikal dalam dua bahasa tersebut.

Secara umum, penutur akan mengikuti perbedaan-perbedaan fonetik antara dua bunyi hanya ketika bunyi tersebut memiliki kemampuan mengubah arti suatu kata. Bunyi yang demikian dinamakan distingtif. Cara untuk menentukan apakah dua bunyi dalam sebuah bahasa adalah distingtif adalah dengan mengidentifikasi pasangan minimal – sebuah pasangan kata yang dibedakan oleh sebuah bunyi dalam posisi yang sama, memiliki arti yang berbeda, tetapi dinyatakan identik. Contohnya, [thæp] dan [thip] membentuk sebuah pasangan minimal dalam Bahasa Inggris, dimana [æ] dan [i] kontras. Dengan demikian, [æ] dan [i] adalah bunyi yang distingtif dalam Bahasa Inggris. [phul] dan [bul] membentuk pasangan minimal dalam Bahasa Hindi. Membedakan [ph] dan [b]; [phul] dan [pul] juga adalah sebuah pasangan minimal dalam Bahasa Hindi. Tapi ingat bahwa tidak ada pasangan minimal dalam Bahasa Inggris yang melibatkan [ph] dan [p]. Dua bunyi itu tidak pernah distingtif dalam Bahasa Inggris.

Contoh lain dalam dua bahasa yang membuat perbedaan-perbedaan yang berbeda menggunakan seperangkat bunyi yang sama. Dalam Bahasa Inggris dimungkinkan untuk menemukan pasangan-pasangan minimal dalam [l] dan [r] dikontraskan: leaf [lif], reef [rif]; lack [læk], rack [ræk]. Walaupun demikian, [l] dan [r] tidak pernah distingtif dalam Bahasa Korea:

[param] ‘wind’
[irim] ‘name’
[pal] ‘foot’
[mal] ‘horse’

Contoh tersebut mendemonstrasikan bahwa pasangan minimal tak dapat ditemukan untuk [l] dan [r] dalam Bahasa Korea karena mereka tidak muncul dalam posisi-posisi yang sama dalam kata-kata: [r] muncul hanya dalam dua huruf vokal, sedangkan [l] tidak muncul dalam posisi ini. Dan pengamatan tentang distribusi dari [r] dan [l] bukan hanya properti dari contoh terisolasi ini, tapi semua kata-kata dalam Bahasa Korea adalah benar memiliki bunyi-bunyi ini. Pengamatan semacam ini memainkan peran penting dalam menentukan apakah bunyi tersebut dianggap ‘sama’ oleh penutur bahasanya.

Fonem dan Alofon

Sejauh ini, kita telah melihat beberapa informasi fonologikal tidak dapat digali dari daftar bunyi-bunyi dalam sebuah bahasa. Penting juga untuk penutur asli untuk membedakan antara bunyi distingtif dan nondistingtif karena mereka tidak punya nilai ekuivalen dalam sistem fonologikal. Para linguis berupaya untuk untuk mengkarakterisasikan informasi ekstra ini dengan mengelompokkan bunyi-bunyi dalam inventaris fonetik kedalam kelas-kelas. Setiap kelas memiliki semua bunyi-bunyi yang penutur aslinya dianggap sebagai bunyi yang ‘sama’. Contohnya, [p] dan [ph] dalam Bahasa Inggris akan menjadi anggota kelas yang sama. Tapi [p] dan [b] adalah anggota dari kelas-kelas yang berbeda karena mereka distingtif. Sebuah kelas bunyi yang diidentifikasi oleh penutur asli sebagai bunyi yang sama dinamakan fonem. Anggota kelas-kelas ini, atau segmen fonetik yang sebenarnya yang dihasilkan oleh penutur asli dinamakan alofon. Dalam contoh diatas, [p] dan [ph]adalah alofon dari fonem p.

Dengan memberikan deskripsi seperti ini, para linguis berusaha untuk menunjukkan bahwa sistem fonologikal dalam sebuah bahasa memiliki dua level. Level yang lebih kongkret melibatkan realitas fisik dari segmen-segmen fonetik. Tapi, fonem-fonem adalah sesuatu yang lebih abstrak. Ingatlah bahwa ketika bunyi-bunyi dikelompokkan kedalam kelas-kelas untuk mengidentifikasi fonem, itu perlu untuk mengimbau gagasan psikologis seperti makna. Ini bukanlah sebuah kecelakaan, karena fonem-fonem adalah unit psikologis dari struktur linguistik.

Untuk menekankan poin ini, para linguis kadang-kadang mendeskripsikan fonem sebagai bentuk dimana kita ‘berpikir tentang’ bunyi dan menyimpan mereka dalam ingatan kita. Masuk akal untuk mengingat kata-kata dalam bentuk fonem daripada dalam berbagai bentuk. Dan sebuah representasi memiliki apa yang kita telah pelajari ketika mengingat sebuah kata. Contohnya, ketika kita berusaha mengingat sebuah kata seperti path, kita ingat bahwa kata itu dimulai dengan sebuah p, bukan a atau j. Tapi kita butuh tidak belajar sebagai sebuah bagian tertentu tentang kata ini yaitu p yang berupa aspirated; ini telah terjadi ‘secara otomatis’ ketika kata tersebut diucapkan.

Bunyi pertama dalam kata path diucapkan ketika otak mengirim sinyal ke organ artikulatori untuk menghasilkan realisasi fonetik dari fonem p- atau dalam setiap waktu, untuk menghasilkan bunyi p. [ph], sebuah alofon fonem p, adalah produk dari instruksi-instruksi ini. Karena fonem-fonem adalah konsep psikologis, mereka tidak langsung dapat dilihat dalam aliran kata-kata. Hanya alofon dari fonem-fonem.

Fonem adalah unit dari struktur linguistik yang hanya merupakan signifikan terhadap penutur asli sebagai kata atau kalimat. Penutur-penutur asli membeberkan pengetahuan fonem mereka dalam beberapa cara. Ketika penutur Bahasa Inggris membuat salah ucap dan mengatakan [či ken] untuk key chain, dengan membalikkan [č] dan [k], ia telah memperlihatkan bahwa [č] berfungsi secara mental sebagai sebuah unit, seperti halnya [k]. Memanggil kembali dari fonetik-fonetik yang bukan merupakan satu-satunya cara untuk mengkonseptualisasi [č]: ini kompleks secara fonetik, berisi [t] yang kemudian diikuti oleh [š]. Namun karena [č] merepresentasikan pengucapan dari sebuah fonem dalam Bahasa Inggris, tidak ada penutur asli yang akan membuat kesalahan yang akan melibatkan pemisahan komponen-komponen fonetik; Anda tidak akan pernah mendengar [ti kšen] sebagai kesalahan ucap.

Pengetahuan terhadap fonem juga muncul dalam sistem pengejaan. Contohnya, Bahasa Inggris tidak memiliki huruf-huruf terpisah untuk [ph] dan [P]; mereka dieja dengan huruf p. Titik yang sama dapat dibuat di sekitar alveolar dan velar l, huruf vokal oral dan nasal, dan konsonan panjang dan pendek. Contoh-contoh seperti ini memperlihatkan sistem pengejaan Bahasa Inggris mengabaikan perbedaan dalam pengucapan yang tidak menghasilkan perbedaan makna. Sebagian besar, sistem pengejaan Bahasa Inggris berusaha untuk menyediakan simbol-simbol untuk fonem-fonem, bukan segmen-segmen fonetik. Pada umumnya, sistem penulisan alfabet cenderung lebih fonemis daripada fonetik, walaupun mereka mendapat tujuan ini dengan berbagai derajat kesuksesan.

Fonem dan Proses Fonologis

Mengapa sebuah fonem memiliki lebih dari satu pengucapan? Jika sebuah fonem adalah p, mengapa tidak mengatakan [p] daripada [ph]? Atau jika fonemnya adalah [æ] daripada [ǽ], seperti yang kita lakukan pada [kǽn] can?

Proses fonologis bertanggung jawab untuk sebuah fakta yaitu kita mengucapkan bunyi secara berbeda dari cara kita menyimpannya dalam memori kita. Proses fonologis membuat pengganti yang ‘memutarbalikkan’ bunyi representasi yang telah tersimpan. Mereka melakukan hal ini baik (a) untuk membuat bagian-bagian bunyi lebih mudah untuk diucapkan – seperti ketika huruf-huruf vokal menjadi nasal sebelum konsonan nasal atau (b) untuk membuat bunyi tersebut lebih mudah untuk diterima – seperti ketika voiceless stop diaspirasikan di awal suku kata yang ditekan.

Ingat bahwa proses fonologis mengubah sebuah fitur fonetis. Contohnya, asimilasi bunyi mengubah bunyi, menanggalkan semua fitur untuk tata cara dan tempat artikulasi. Demikian juga, nasalisasi huruf vokal hanya mengganti nasalitas, dan tidak mempengaruhi tinggi vokal, kemajuan dan pembulatan. Karena proses fonologis mengganti sebuah fitur fonetik, fonem dan realisasi fonemnya diasumsikan sebagai sama. Ini berarti tidak ada bahasa yang memiliki fonem p yang diucapkan sebagai [a] dan [s]. Tidak ada proses fonologis yang ‘mengubah’ p kedalam bunyi seberbeda ini. Untuk alasan yang sama, variasi pengucapan dari sebuah fonem membagi sebagian besar properti fonetik.

Distribusi Bunyi Ucapan

Untuk menemukan mana bunyi yang membuat perbedaan makna atau yang mana yang dipikirkan oleh penutur asli sebagai bunyi yang sama, penting untuk melihat dimana bunyi tersebut terjadi dan bagaimana mereka berfungsi dalam suatu bahasa; yaitu, untuk menemukan apa fonem yang ada dari sebuah bahasa, kita ingin mengetahui distribusi mereka.

Ada dua tipe distribusi – bertumpang tindih dan saling melengkapi. Lingkung bertumpang tindih adalah lingkungan-lingkungan yang identik. Dalam kata ‘time’ /taym/ dan ‘dime’ /daym/, anggaplah bunyi [t] dan [d].[t] menjadi kata-awal dan sebelum [ay]; [d] menjadi kata-awal dan sebelum [ay] juga. Dengan kata lain, [t] dan [d] terjadi dalam lingkungan yang sama; lingkungan mereka bertumpang tindih. Karena bertumpang tindih ini, satunya tidak dapat memprediksi apakah [t] akan terjadi dalam posisi X yang sama tapi [d] di posisi Y. (Ini adalah perbedaan dasar antara distribusi tumpang tindih dan saling melengkapi. Distribusi saling melengkapi bisa diperkirakan.)

Bunyi yang terjadi dalam lingkungan tumpang tindih dapat menjadi kontrastif (membuat perbedaan makna) atau terjadi dalam variasi bebas (dapat dipertukarkan tanpa perbedaan makna). Mari kita pertimbangkan lagi ‘time’ /taym/. Jika sebuah [d]digantikan untuk [t], hasilnya adalah dime [daym], jelas menjadi kata baru dengan arti yang berbeda. Oleh sebab itu, karena bunyi-bunyi tersebut disajikan untuk membedakan bunyi, mereka adalah fonem terpisah juga.

Salahsatu cara untuk menentukan jika dua (atau lebih) bunyi adalah fonem terpisah adalah untuk mengidentifikasi pasangan (atau set) minimal. Ini adalah kata-kata yang secara fonetik sama kecuali untuk segmen yang sesuai dan mereka memiliki makna yang berbeda – seperti dalam contoh:

‘time’ [taym]
‘dime’ [daym]
‘rhyme’ [raym]
‘lime’ [laym]

Dalam set ini kita dapat menentukan bahwa /t/, /d/, /r/ dan /s/ adalah fonem terpisah dan dalam distribusi kontrastif karena mereke menyebabkan makna yang kontras.

Sekarang pertimbangkan frase not ready. Dalam ucapan yang hati-hati atau tegas, penutur asli mungkin mengartikulasikan not dalam frase ini dengan kata-akhir [t] – seperti dalam [natrɛdi]. Tapi dalam ucapan santai atau dengan cepat, glottal stop menjadi lebih lazim – maka menjadi [naʔrɛdi]. Ingat bahwa baik [t] dan [ʔ] terjadi setelah [a] dan sebelum [r]. Lingkungan mereka identik; lingkungan mereka tumpang tindih. Bagaimanapun, ingat juga bahwa walaupun mereka adalah dua pengucapan dari pengujaran ini, tidak ada perbedaan makna. Faktanya, penutur asli akan menerima [ʔ] dan [t] sebagai bunyi yang sama. Oleh karena itu, perbedaan antara dua bunyi ini (relatif untuk pengujaran ini) adalah bukan kontrastif. Mereka seharusnya disebut alofon dari fonem yang sama /t/, terjadi dalam variasi bebas; yaitu, mereka terjadi dalam lingkungan fonetik yang sama (dalam kasus ini, antara [a] dan [r]) tapi tidak ada perbedaan dalam makna. Mereka dapat diganti. Dengan tipe distrubusi seperti ini (variasi bebas), seperti dalam distribusi kontrastif, itu tidak dapat diprediksi mana yang akan terjadi dalam ujaran yang diberikan.

Bunyi mungkin juga terjadi di distribusi saling melengkapi – contohnya, satu alofon dapat ditemukan di sebuah posisi dimana yang lainnya tidak dapat terjadi dan sebaliknya. Bunyi dalam distribusi saling melengkapi, seperti dalam variasi bebas, tidak kontrastif; mereka tidak membuat sebuah perbedaan makna. Seperti dalam variasi bebas, mereka adala alofon dari fonem yang sama. Bagaimanapun, distribusi saling melengkapi berbeda dari variasi bebas dalam 1) alofon tidak terjadi dalam lingkungan fonemik yang sama dan 2) kita dapat memprediksi mana yang akan terjadi dalam ujaran apapun dari sebuah kata yang relevan. Dalam kata lain, distribusi sebuah alofon adalah pelengkap dari distribusi yang lainnya.

Pertimbangkan kata pit [phit] dan spit [spit]. Dalam pit, [p] beraspirasi sedangkan dalam spit tidak diaspirasikan. (Perbedaan ini mungkin terlihat sangat sebentar dalam Bahasa Inggris tapi dalam bahasa lain seperti Bahasa Hindi keberadaan atau ketidakberadaan dari aspirasi membuat perbedaan makna.) [ph] tidak pernah terjadi dalam posisi ini setelah [s] dalam spit; demikian juga; [p] tidak akan terjadi kata-awal dalam kata pit. Alofon-alofon ini kemudian dikatakan dalam distribusi saling melengkapi, oleh karena itu, alofon-alofon dari fonem /p/ yang sama.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers

%d bloggers like this: