Fonetik: Kelas-Kelas Natural   Leave a comment

Dalam pembelajaran fonetik kita telah tahu bahwa bunyi dapat dijelaskan dengan mendaftarkan fitur-fitur artikulatori mereka (voicing, penempatan dan tata cara artikulasi untuk konsonan, dan tinggi lidah, kemajuan lidah, tegangan dan pembulatan untuk huruf-huruf vokal). Dengan demikian, [t] dideskripsikan sebagai voiceless, alveolar stop consonant dan [a] dideskripsikan sebagai huruf vokal belakang, rendah, lemah dan tidak dibulatkan. Sistem pendeskripsian ini mengantar kita kepada deskripsi dari kelas-kelas natural (atau kumpulan) bunyi-bunyi.

Kelas-kelas natural adalah kumpulan bunyi-bunyi dalam sebuah bahasa yang memberikan beberapa fitur artikulatori atau auditori. Untuk membuat sekumpulan bunyi menjadi sebuah kelas natural harus meliputi semua bunyi-bunyi yang memberikan beberapa fitur atau kumpulan dari fitur-fitur dan tidak meliputi bunyi yang tidak termasuk. Dengan demikian, ketika kita merujuk ke kelas natural dari voiced stop dalam Bahasa Inggris, kita bermaksud semua bunyi-bunyi yang voiced stop dalam Bahasa Inggris dan bukan bunyi yang tidak termasuk (contohnya [b, d, g]).

Menjelaskan bunyi kelas-kelas natural membuat memungkinkannya untuk menetapkan kepentingan generalisasi (1) sistem bunyi dalam bahasa manusia (contohnya bagian bunyi yang mungkin terjadi bersamaan, bunyi yang akan dimodifikasi setelah beberapa bunyi lain, dll.); (2) variasi dialek; (3) perubahan dalam pengucapan kata yang dipinjam; (4) akuisisi bahasa oleh anak-anak; (5) peraturan rima dalam puisi; (6) proses-proses perubahan suara dalam sejarah sebuah bahasa. Semua ini mudah untuk dipahami ketika kita paham apa itu kelas-kelas natural.

Apakah Itu Natural?

Apa yang membuat sekumpulan bunyi menjadi sebuah kelas natural ketika kumpulan-kumpulan lain (mungkin dengan jumlah anggota yang sama) bukan kelas natural? Apakah yang membuat kelas natural menjadi natural?

Misalnya ada dua kumpulan bunyi: [p, t, k] dan [p, l, w]. Yang pertama adalah kelas natural, tetapi yang kedua bukan. Ingat bahwa [p, t, k] memberikan semua fitu ke-voiceless-an dan mereka semua adalah oral stop (sebagai lawan nasal stop [m, n, ŋ] dan glottal stop). Faktanya tiga bunyi ini adalah kumpulan dari bunyi dalam Bahasa Inggris yang memiliki fitur voiceless dan oral stop. Bunyi-bunyi dalam [p, l, w] tidak memiliki fitur itu (kecuali mereka semua konsonan, dan sebenarnya [p, l, w] bukan sebuah kumpulan konsonan dalam Bahasa Inggris. Dengan demikian, [p, t, k] adalah kelas natural karena ia adalah satu kumpulan bunyi voiceless oral stop dalam Bahasa Inggris. [p, l, w] bukan kelas natural karena fitur yang sama yang mereka miliki (konsonan) mendeskripsikan kumpulan bunyi yang jauh lebih banyak. Kita dapat mengatakan bahwa [p, l, w] adalah subkumpulan dari kelas natural konsonan Bahasa Inggris, tapi tentu saja bukan sebuah kelas natural.

Fitur yang Menjelaskan Kelas Natural

Semua fitur yang digunakan di file 32 dan 33 untuk menjelaskan bunyi-bunyi individual dapat juga digunakan untuk mendeskripsikan kelas-kelas natural. Contohnya, dalam huruf-huruf vokal Bahasa Inggris [i, e, o, u] adalah huruf-huruf vokal tense (dan tidak ada huruf vokal tense lain dalam Bahasa Inggris). Karena huruf-huruf vokal tersebut memberikan fitur tense sehingga mereka adalah anggota kelas natural dari huruf-huruf vokal tense dalam Bahasa Inggris. Demikian juga konsonan [k, g, ŋ] adalah dideskripsikan sebagai konsonan velar (dan hanya itu konsonan velar dalam Bahasa Inggris), dengan demikian mereka merupakan kelas natural dari konsonan velar dalam Bahasa Inggris.

Berbicara tentang kumpulan bunyi, kita harus menggunakan beberapa fitur-fitur untuk digunakan dalam mendeskripsikan bunyi-bunyi individual. Contohnya jika Anda melihat tabel konsonan di file 32 Anda akan melihat bahwa konsonan labio-dental dalam Bahasa Inggris adalah fricative [f] dan [v], dan bagian bilabial fricative tidak terisi. Dalam beberapa situasi Anda dapat merujuk untuk [f] dan [v], dan [p] dan [b] sebagai anggota kelas natural yang sama. Untuk tujuan ini kita menggunakan fitur labial. Dengan kata lain, fakta bahwa semua bunyi-bunyi ini dihasilkan dengan gerakan bibir memiliki arti bahwa mereka semua memberikan fitur labial, dan dikumpulkan bersama dalam satu kelas natural. Kelas natural ini digunakan oleh pengguna Bahasa Inggris. Contohnya, untuk kebanyakan pembicara Bahasa Inggris bunyi [w] tidak terjadi setelah konsonan [m, b, p, f, v]. hasilnya, *mwoast, *pwell, *bwint, *fmallow, dan *vwoot tidak dimungkinkan dalam Bahasa Inggris. Jika kita ingat bahwa [m, b, p, f, v] memberikan fitur labial (dan mereka adalah anggota kelas natural yang sama) kita tidak memiliki cara yang sederhana untuk mempertimbangkan fakta bahwa pembicara Bahasa Inggris menghilangkan bunyi tersebut dan memiliki kesamaan dalam beberapa cara.

Beberapa fitur tambahan digunakan dalam mendeskripsikan kelas natural yang fokus dalam kesamaan kualitas bunyi. Sampai sekarang kita telah mengatakan bahwa bunyi-bunyi adalah anggota dari sebuah kelas natural karena mereka sama dalam beberapa aspek produksinya. Hal yang sama bahwa banyak bunyi dikumpulkan bersama oleh pembicara Bahasa Inggris karena kesamaan bunyinya. Sebuah contoh kelas natural berdasarkan fitur auditori adalah kelas konsonan sibilant dalam Bahasa Inggris. Normalnya sebuah kata benda dibuat jamak dengan menambahkan akhiran ‘-s’. Akhiran ini diucapkan dengan tiga cara yang berbeda tergantung bagaimana bunyi akhir kata benda tersebut. Jika kata benda diakhiri dengan bunyi voiced format fonetik dari akhiran jamak adalah [z]. Jika diakhiri oleh bunyi voiceless maka akhirannya adalah [s]. Bagaimanapun, bentuk akhiran menandakan jamak untuk kata-kata seperti riches, bushes, kisses, garages, rouges, dan mazes adalah [ɘz] daripada [z] atau [s]. Kumpulan bunyi yang mengakhiri kata-kata tersebut adalah konsonan [č, š, s, j, ž, z]. Bunyi-bunyi tersebut berbeda berkenaan terhadap voicing, tempat dan tata cara artikulasi. Bagaimanapun, mereka memiliki properti auditori yang sama: mereka memiliki kualitas bunyi desis yang tinggi. Suara tersebut membentuk kelas natural konsonan sibilant dalam Bahasa Inggris. Penting untuk menyadari bahwa fitur sibilant merujuk kepada properti sebenarnya yang diberikan kepada semua bunyi dalam kelas natural ini. Juga, fitur ini membuat memungkinkannya untuk mengadakan sebuah generalisasi.

  1. //+plural// → [ɘz] / setelah konsonan sibilant
  2. //+plural// → [ɘz] / setelah [č, š, s, j, ž, z]

Di aturan 1 kita menyatakan bahwa satu fenomena (pluralitas dinyatakan sebagai [ɘz]) terjadi dalam satu situasi (setelah sebuah konsonan sibilant). Dalam aturan 2, we menyatakan bahwa satu fenomena terjadi dalam enam situasi yang berbeda. Formula di 2 membuat tidak adanya properti yang sama dari bunyi yang terlibat dan malah menghilangkan mereka jika mereka adalah sebuah kumpulan acak bunyi dengan saling tidak ada hubungannya dengan yang lain. Demikian pula kelas natural membuat keadaan generalisasi mungkin terjadi.

Fitur lain yang dapat mendeskripsikan kelas-kelas natural membagi konsonan kedalam dua grup – obstruent dan sonorant. Obstruent dihasilkan dengan sebuah ‘halangan’ pada aliran udara. Bunyi dalam kategori ini adalah stop, fricative dan affricate. Konsonan sonorant adalah nasal, liquid dan glides. Dengan demikian, kelas labial obstruent dalam Bahasa Inggris adalah [p, f, b, v], sedangkan kelas konsonan labial termasuk [p, f, b, v, m, w]. Sebagaimana yang telah kita lihat di bagian fonology di Language Files, dapat membedakan konsonan kedalam obstruent dan sonorant menjadi cukup berguna dalam menentukan aturan-aturan fonologi.

Contoh sederhana dari kelas natural adalah satu dari setiap anggota memberikan satu fitur khusus. Contohnya kelas natural dari konsonan velar dalam Bahasa Inggris adalah semua bunyi dalam Bahasa Inggris yang dihasilkan dari hambatan organ vokal di velum (contohnya [k, g, ŋ]). Kelas natural dari huruf-huruf vokal tinggi adalah huruf-huruf vokal yang dideskripsikan menggunakan fitur tinggi ([i, ɪ, u, ʊ]). Cara lain yang membuat kelas natural dapat didesain adalah dengan mengindikasikan lebih dari satu fitur yang semua anggota kelas tersebut miliki. Jadi, huruf vokal tinggi, tense adalah [i, u], kelas natural dari voiceless sibilant dalam Bahasa Inggris adalah [č, š, s] dan seterusnya. Ingat bahwa menambahkan beberapa fitur untuk mendefinisikan kelas natural, kita mengurangi anggota sebuah kelas. Umumnya benar bahwa kelas natural didefinisikan dengan beberapa fitur akan lebih besar daripada mendefinisikan satu dengan banyak fitur.

Kesimpulan

Di file ini kita telah diperlihatkan bahwa kelas natural adalah kumpulan dari semua bunyi dalam sebuah bahasa yang memberikan beberapa fitur artikulatori atau auditori. Kita telah menggunakan fitur konsonan/vokal, labial, sibilant, obstruent/sonorant sebaik fitur-fitur untuk mendeskripsikan konsonan dan vokal yang individual untuk mendeskripsikan kelas natural.

Posted 18 June 2010 by Rizal in Essays

Tagged with , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: